Sastra di Seluruh Penjuru Yogyakarta

Sastra di Seluruh Penjuru Yogyakarta

Sastra di Seluruh Penjuru Yogyakarta – Antusiasme masyarakat Yogyakarta terhadap dunia sastra dan literasi membuat Indonesia menjadi tertarik. Hal tersebut dibuktikan dengan sejumlah perhelatan tahunan berbau sastra dan literasi yang digelar setiap tahunnya secara mandiri, seperti Festival MocoSik dan Festival Patjar Merah .

Indonesia sebagai Platform Gotong Royong Kebudayaan yang digagas Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggandeng Dinas Kebudayaan DIY menggelar Jogja Literature Festival atau yang biasa disingkat dengan singkatan JOGLITFEST atau Festival Sastra Yogyakarta. Kegiatan festival yang baru pertama kali diadakan ini memiliki tujuan menjadikan Yogyakarta sebagai poros sastra nasional, bahkan poros sastra internasional.

Sastra di Seluruh Penjuru Yogyakarta

“Sastra di Yogyakarta sudah ada sejak lama sejarahnya, ekosistem sastra sangat kuat, dan sebagian juga dilakukan secara mandiri, akan tetapi pemerintah juga harus punya tanggung jawab untuk mengkonsolidasikan melalui festival rutin, jadi bukan karena sudah banyak yang terlibat terus kami ikut-ikutan,” kata Ade Tanesia, kurator Indonesiana, dalam jumpa pers di Dinas Kebudayaan DIY

Menurut Ade Tanasia, Yogyakarta memiliki iklim kesenian yang kondusif dan positif. Oleh sebab itu, ratusan komunitas sastra tumbuh dan berkembang. Keberadaaan komunitas juga dianggap mampu menjadi agen transfer pendidikan moral dan nilai nilai luhur yang mampu meningkatkan kualitas hidup dan menguatkan persatuan bangsa.

Ketua Umum JOGLITFEST atau Jogja Literature Festival yang bernama Suharmono Arimba menuturkan bahwa Yogyakarta yang multikultur memiliki atau mempunyai peran strategis untuk advokasi dan agitasi gerakan literasi. Sastrawan sastrawan yang ada di Yogyakarta diperhitungkan dalam perhelatan nasional maupun perhelatan internasional.

Rangkaian Festival Sastra Yogyakarta sudah dilakukan sejak pada tanggal 20 Agustus 2019. idn play Akan tetapi, puncak acara berlangsung pada tanggal 27 sampai pada tanggal 30 September mendatang. Lokasi utama kegiatan Festival Sastra Yogyakarta ini berpusat di Museum Benteng Vredeburg. Beberapa lokasi lain yang menjadi tempat penyelenggaraan rangkaian acara ini, seperti, Hotel Cavinton Yogyakarta, desa desa budaya, PKKH UGM, UIN Sunan Kalijaga, UNY, dan sebagainya.

Penyelenggaraan workshop pra festival ini bekerja sama dengan komunitas komunitas sastra yang ada di Yogyakarta, antara lain, Komunitas Kutub, Klub Buku Yogyakarta, Suku Sastra, Kampung Buku Jogja, Jual Buku Sastra, dan Jejak Imaji.

Pada puncak acara Festival Yogyakarta, sembilan sastrawan dari sembilan negara di Afrika, Asia, dan Amerika akan tampil membacakan karya sastra mereka. Para sastrawan ini akan tampil pada hari Minggu tanggal 30 September 2019.

“Dengan kehadiran para sastrawan, komunitas, kritikus sastra, penerbit, diharapkan dapat meningkatkan citra Yogyakarta di mata nasional dan internasional, idnplay serta mempengaruhi arah perkembangan peradaban dunia melalui jalur literasi,” ucap Suharmono.

Berikut adalah jadwal selama puncak acara JOGLITFEST (Jogja Literature Festival) dari mulai pada awal acara dimulai yaitu pada hari Senin, 27 sampai puncak acara tanggal 30 September 2019:

1. Pasar sastra, pameran buku, dan panggung pasar buku di selasar Benteng Vredeburg.

2. Pameran manuskrip di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga.

3. Workshop tata kelola manajemen komunitas dan workshop penulisan cerpen bersama sastrawan yang bernama Agus Noor, ceramah literasi dan seminar JOGLITFEST (Jogja Literature Festival) bersama sastrawan yang bernama Eka Kurniawan, Peter Carey, Tirto Suwondo, Suminto A Sayuti, Nanang Suryadi, dan Sindhunata di Hotel Cavinton.

4. Pemutaran film Perempuan Berkalung Sorban dan Sang Penari di Ruang Umar Kayam Gedung F Benteng Vredeburg.

5. Pembacaan Sastra di Panggung Kirdjomulyo Benteng Vredeburg.